Mendikbud Muhadjir Effendy memutuskan untuk memberikan sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi Tri Intan, seorang pelajar SMPN 1 Gegesik Kabupaten Cirebon yang berhasil selamat dari tragedi maut akibat ambruknya tembok gudang walet. Beasiswa yang akan diberikan oleh Mendikbud diharapkan dapat meringankan beban Tri Intan dan keluarganya serta memberi motivasi kepada anak-anak lainnya untuk terus berjuang dan berprestasi dalam bidang pendidikan. Dengan ini, Tri Intan dan keluarganya merasa sangat terharu dan berterima kasih atas perhatian dan kebaikan yang diberikan oleh Mendikbud. Semoga kebaikan ini dapat menjadi contoh bagi kita semua untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama, terutama anak-anak yang menjadi harapan bangsa.
Menurut pernyataan Muhadjir, Tri Intan diakui sebagai siswi dengan kualitas akademik yang sangat baik. Dalam rangka memotivasi Tri Intan untuk terus membuktikan kemampuannya, pemberian beasiswa perlu dilakukan dengan tujuan untuk mendukung semangat Tri Intan dalam belajar.
"Mengunjungi Tri Intan di RSUD Gunungjati Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu (18/4/2018), Muhadjir melihat potensi anak tersebut yang sangat berprestasi dan aktif di sekolahnya. Kami mempertimbangkan untuk memberikan beasiswa sebagai bentuk dukungan untuk menunjang bakat Tri Intan yang luar biasa."
Ketika ditanya mengenai besaran dana beasiswa yang akan diberikan kepada Tri Intan, Muhadjir mengungkapkan bahwa pihaknya masih belum dapat memastikannya dengan pasti. Dia menambahkan bahwa melihat terlebih dahulu skema beasiswa yang akan diberikan merupakan hal yang penting. Selain itu, ada skema beasiswa khusus untuk siswa yang unggul yang harus dipilih dengan tepat. Oleh karena itu, besaran dana beasiswa untuk Tri Intan masih akan menunggu keputusan yang final.
Menurut pernyataan Muhadjir, tidak hanya beasiswa yang akan diberikan oleh Presiden Joko Widodo, namun juga bantuan peralatan gamelan untuk dua sekolah yang menjadi korban dalam tragedi maut tersebut. Keduanya adalah SMPN 1 dan 3 Gegesik. Dengan memberikan bantuan peralatan gamelan, diharapkan bisa membantu sekolah-sekolah tersebut memulihkan kembali semangat belajar dan semangat kebersamaan di tengah kondisi yang sulit. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam situasi yang menuntut keterlibatan lebih dalam untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Setelah mengunjungi lokasi bencana, Muhadjir juga mendapat amanah dari Presiden Jokowi untuk menyerahkan santunan kepada keluarga korban yang telah meninggal dunia. Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kesulitan yang dialami oleh masyarakat akibat tragedi alam yang menghantam daerah tersebut.
Kita akan memberikan bantuan untuk dua Sekolah Menengah Pertama yang siswanya menjadi korban, ini menjadi tugas kita semua. Dalam hal ini, Pak Presiden akan memberikan peralatan kepada dua sekolah tersebut sambil memberikan santunan. Meski nominalnya tidak dapat disebutkan dengan jelas.
Pada Senin (16/4/2018) sekitar pukul 10.30 WIB, terjadi peristiwa yang sangat tragis di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Tembok gudang walet milik Suherman Basari yang bersebelahan dengan sanggar seni Hidayat Jati ambruk, menimpa sanggar tersebut. Akibat kejadian ini, tujuh orang tewas, termasuk enam pelajar yang sedang berlatih gamelan di sanggar tersebut. Suasana duka tentu menyelimuti keluarga korban dan seluruh masyarakat sekitar. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.
Pada sebuah kejadian yang sangat tidak mengenakan, Suherman Basari, pemilik sebuah sanggar seni, mengalami kematian saat ia tengah memberikan pelatihan pada para pelajar. Ini merupakan sebuah tragedi yang sangat menyedihkan karena selain Suherman, ada tujuh orang yang juga menjadi korban dalam kejadian tersebut. Lebih menyedihkan lagi, empat pelajar yang ada di dalam sanggar tersebut juga mengalami luka-luka, termasuklah Tri Intan yang masih harus dirawat di rumah sakit. Kejadian ini sangat mengejutkan dan kehilangan Suherman adalah sebuah kehilangan yang besar bagi komunitas seni. Kami berdoa agar para pelajar yang terluka dapat segera pulih dan semoga Suherman dapat beristirahat dengan tenang di alam sana.
