Bagi para pemula di industri burung walet, seringkali hari pembukaan gedung baru bisa menjadi tantangan yang membingungkan. Terutama saat sore hari sekitar pukul 16.00 ketika hanya beberapa burung walet yang terlihat hadir. Selain itu, koloni burung walet yang lain dapat terlihat tidak begitu peduli dan kurang merespon dengan suara panggilan yang diberikan oleh LMB. Ini bisa mengakibatkan beban pikiran dan ketidakpastian bagi pengusaha yang baru memulai usaha di industri burung walet.
Saat matahari mulai tenggelam dan cahaya langit redup, koloni burung walet menjadi semakin sepi. Bahkan tidak ada satupun burung yang terlihat bermain di LMB. Namun, di tengah kesunyian itu, terdengarlah suara adzan magrib sebagai tanda bahwa waktunya untuk pulang. Koloni burung walet yang tadinya sepi pun memutuskan untuk pulang ke gedung asal mereka tanpa ada satupun yang mampir di LMB. Pemilik gedung walet, Pak Heri, merasa sangat kecewa dengan kejadian ini karena ada kesalahan yang terjadi. Pak Heri tinggal di Jakarta dan mencari nafkahnya di ibu kota, namun gedung walet miliknya berada di sebuah daerah di Kalimantan Selatan yang disebut Batu Licin. Meskipun begitu, Pak Heri tidak menyerah dan tetap mencoba untuk membangun koloni walet yang lebih baik di masa depan.
Dengan ukuran bangunan yang mencapai 12 meter x 12 meter serta memiliki ketinggian hingga 5 lantai, bangunan ini didesain dengan sangat matang untuk menjadi sarang burung walet yang ideal. Bagian luarnya sudah dicat dengan warna putih yang cantik, namun tentu saja yang paling menonjol adalah penggunaan kayu bengkirai kering pada bagian siripnya. Kayu tersebut digaris-garis pada bagian tengah agar kuku kaki burung walet mudah untuk hinggap di atasnya. Secara keseluruhan, bangunan ini memenuhi semua syarat fisik yang dibutuhkan, sehingga suhu dan kelembapan di dalamnya sudah sangat ideal. Tidak mengherankan jika bangunan ini menjadi hunian yang sangat baik bagi burung walet untuk bersarang.
Di suatu gedung, tepat di bawah void, terdapat sebuah kolam air berukuran 4 x 4 dengan ketinggian setinggi lutut orang dewasa. Pemilihan lokasi kolam air ini sangatlah strategis, karena berada di tengah perkebunan yang ramai dilewati oleh ribuan burung walet pada pagi dan sore hari. Burung walet tersebut mencari makan di sekitar kolam air tersebut. Seorang pemula di industri budidaya burung walet, bernama Pak Hari, tertarik untuk memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan usahanya. Ia terinspirasi oleh kesuksesan saudaranya yang sudah memulai usaha budidaya burung walet sejak 15 tahun yang lalu dan bahkan telah membuka usaha cuci sarang belakangan ini. Berbekal semangat dan pengalaman yang ia peroleh dari saudaranya, Pak Hari sangat percaya diri untuk mengembangkan usahanya di bidang budidaya burung walet.
Setelah melakukan pengamatan, terungkap bahwa penggunaan suara panggilan di gedung pak Hari kurang efektif dalam menarik perhatian burung walet. Hal ini disebabkan karena pak Hari kurang memahami teknis pengaturan suara, terutama pada volume yang dihasilkan yang sangat pelan dan kurang tepat. Sehingga, panggilan yang terdengar sayup-sayup membuat burung walet tidak merespon panggilan dengan baik. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika burung walet terlihat cuek atau tidak merasa terdorong untuk datang karena kurangnya respons pada panggilannya. Maka dari itu, diperlukan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan suara panggilan agar lebih efektif dalam menarik perhatian burung walet.
Sebagai pengajar ahli, saya mengajarkan teknik yang mudah namun efektif dalam mengatur Suara Panggil yang ideal bagi burung walet. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan Suara Panggil ini adalah respons dari burung walet yang dipanggil. Jika burung walet datang dengan terbang santai dan bahkan hinggap di twiter di LMB, itu menunjukkan bahwa volume Suara Panggil sudah sesuai. Namun, jika burung walet merespon dengan terbang liar, itu menunjukkan bahwa volume terlalu kencang. Sedangkan jika burung walet cuek dan kurang respons, itu menunjukkan bahwa volume Suara Panggil terlalu pelan sehingga kurang terdengar. Oleh karena itu, teknik yang tepat diperlukan untuk menghasilkan Suara Panggil yang ideal bagi burung walet agar dapat menariknya dengan mudah dan maksimal.
