Desa Tetebatu memiliki keindahan alam yang mengagumkan, terutama air terjun Sarang Walet yang akan memukau pandangan mata para wisatawan. Terdapat banyak tempat wisata lainnya yang menarik di desa tersebut.
rumahwalet melakukan perjalanan seru bersama Toyota Corolla Cross Hybrid dalam rangka Road Trip Explore Mandalika yang menyambangi Desa Tetebatu, Lombok Timur. Selain menikmati keindahan hamparan sawah yang menghampar, detikTravel juga tidak melewatkan kesempatan untuk mengunjungi banyak tempat menarik yang ada di sepanjang perjalanannya. Liburan yang menyenangkan dan penuh petualangan bersama Toyota Corolla Cross Hybrid!
Tersembunyi di dalam desa, terseliplah keindahan Air Terjun Sarang Walet yang menawarkan pengalaman trekking yang menyenangkan dengan melewati pematang sawah yang hijau dan subur. Saat sampai di air terjun, perjalananmu akan dihiasi dengan udara yang segar dan aliran air yang menyejukkan. Merupakan suatu pengalaman yang tak dapat dilupakan untuk menikmati keindahan alam yang masih asli.
Air terjun ini memiliki keunikan karena lokasinya yang tersembunyi di antara tebing tinggi. Sarang Walet yang ada di sana juga menjadi daya tarik tersendiri. Namun, untuk dapat menyaksikan keindahan air terjun tersebut, para pelancong harus berjalan sedikit melewati rute pendakian di dalam tebing yang cukup menantang. Hal inilah yang membuat pengalaman melihat air terjun ini menjadi lebih terasa istimewa.
Pokdarwis telah membangun tangga dan jembatan kayu yang mempermudah perjalanan para pengunjung. Dalam perjalanan, para pengunjung akan diiringi oleh jenis tanaman yang menjuntai dari pepohonan. Selain itu, para pengunjung juga harus mendaki batu-batu besar yang jalannya licin, sehingga perlu berhati-hati agar tidak terpeleset.
Air terjun yang begitu indah dan mengagumkan ini dikenal dengan nama Sarang Walet. Keindahan air terjun ini dapat dinikmati melalui sebuah foto yang diambil oleh Rachman di situs punyaFOTO. Menyaksikan kejernihan dan aliran air yang deras dari atas tebing, benar-benar membuat orang takjub dan tak bisa berpaling dari keindahan alam yang luar biasa ini.
Saat air terjun mengalir, ia membentuk sungai kecil yang dangkal. Kini, kamu dapat menikmati aktivitas basah-basahan yang menyenangkan di tepi sungai ini. Rasakan keindahan aliran airnya yang segar dan jernih, serta nikmatilah kesegaran semilir angin yang meniup di sekitar alam bebas ini.
Di hadapan kita terdengar suara nyaring air yang semakin dekat. Begitu kita melihatnya, Air Terjun Sarang Walet terlihat memukau dengan ketinggian yang tidak lebih dari lima meter. Di dasar Air Terjun, terdapat kolam yang menyegarkan, yang mengundang untuk dipenetrasi.
Di Tetebatu, semakin hari udaranya akan semakin dingin karena desa ini berada di ketinggian 600 mdpl, di bawah kaki Gunung Rinjani. Jadi, jangan heran jika suhu udara lebih rendah di sini, terlebih pada siang hari. Namun, kondisi ini membuat Tetebatu menjadi tempat yang cocok untuk menikmati cuaca sejuk dan pemandangan alam yang indah.
Memandang panorama Air Terjun Sarang Walet memukau setiap orang yang melihatnya. Kecantikan alam yang ditampilkan dari air terjun ini sungguh luar biasa, dengan suara gemuruh air jatuh yang menyenangkan telinga. Begitu banyak pengunjung yang tertarik dengan keindahan pemandangan air terjun ini dan akan selalu teringat oleh siapapun yang pernah mengunjunginya. Terdapat kehidupan yang berlimpah di sekitar air terjun ini, dengan burung-burung yang berkicau merdu serta terdapat banyak tumbuhan yang membuat lingkungan ini lebih segar dan alami. Dengan begitu banyak keindahan alam disini, Air Terjun Sarang Walet merupakan tempat yang sempurna untuk menjadi sarana penyegar pikiran.
"Ketika siang tiba dan hujan turun dengan intensitas tinggi serta aliran airnya mengalir deras," tutur Badrun, yang menjadi pemandu lokal daerah itu. Di desa Tetebatu, terdapat tiga air terjun, salah satunya adalah Sarang Walet. Menariknya, wisatawan lokal dapat berkunjung ke tempat ini secara gratis dan menikmati keindahan air terjun tersebut sebagai salah satu daya tarik objek wisata di sana.
Menurut penjelasannya, jika jumlah pengunjung melebihi batas, biasanya tempat wisata tersebut ditutup selama setahun agar kembali asri dan tidak terlalu padat.
