Saat ini masih ada 18 orang yang menjadi korban ledakan bom di Masjid Ad Zikra Polresta Cirebon yang masih menjalani perawatan intensif di RS Pelabuhan. Bahkan, 3 dari mereka harus menjalani operasi kedua dan kemudian dirujuk ke RS Walet Cirebon untuk mendapatkan perawatan yang lebih spesifik. Kondisi para korban terus dipantau dan dipastikan bahwa mereka mendapatkan perawatan yang terbaik agar dapat pulih dengan cepat. Meskipun begitu, trauma dan luka yang mereka alami tetap menjadi tantangan besar bagi mereka untuk dapat kembali ke kehidupan normal.
Menurut pernyataan dari Kepala RS Pelabuhan Saiful Huda, sebanyak delapan individu telah menjalani operasi. Namun, hasilnya menyebutkan bahwa tiga dari mereka masih harus menjalani operasi ulang. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan tim dokter dalam mengambil benda asing dari tubuh pasien. Oleh karena itu, perlu dilakukan operasi kembali untuk menyelesaikan masalah ini.
Dalam sebuah konferensi pers di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon pada hari Sabtu tanggal 16 April 2011, Saiful memberitahukan bahwa ketiga korban telah dirujuk ke Rumah Sakit Walet untuk mendapatkan penanganan yang lebih maksimal. Saiful menekankan pentingnya memberikan perawatan yang tepat bagi para korban demi kesembuhan yang optimal.
Menurut Saiful, RS Pelabuhan tidak memiliki alat yang dikhususkan untuk mengeluarkan benda asing yang terperangkap di dalam tubuh seseorang. Namun, Saiful mengungkapkan bahwa dalam keberuntungan yang dialaminya, benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya tidak mengancam organ vital dan kesehatannya secara keseluruhan. Oleh karena itu, meskipun belum dilengkapi dengan peralatan yang memadai, RS Pelabuhan masih berpotensi menjadi pilihan yang aman untuk menangani kasus serupa.
Menurut Saiful, ketiga pasien yang terkena benda asing tersebut masih beruntung karena benda tersebut tidak terletak pada area vital seperti tangan, kaki, dan bahu. Namun, sayangnya tim medis masih kesulitan untuk mengeluarkan benda asing tersebut.
Sementara pasien-pasien yang sedang dirawat di RS Pelabuhan menunjukkan kondisi yang lebih stabil dibandingkan dengan satu pasien yang mengalami luka akibat serpihan bom yang bersarang di paru-parunya. Namun, tim medis telah melakukan pemasangan selang untuk memastikan bahwa pasien tersebut dapat bernafas dengan normal. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses penyembuhan pasien dengan memberikan perawatan intensif secara maksimal dan terpadu di RS Pelabuhan.
Menurut Saiful, tidak ada rujukan yang diperlukan karena masalah tersebut dapat diselesaikan melalui prosedur operasi yang umum dilakukan.
Dalam keterangannya, Saiful menyebutkan bahwasanya terdapat sebanyak 21 individu yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelabuhan. Adapun dari jumlah tersebut, terdiri dari 14 anggota aparat keamanan Polri, 2 warga sipil, dan 2 pegawai negeri sipil yang bekerja di lingkup Polri.
