Ada beberapa anggota yang mengeluhkan bahwa mereka sering menemukan sarang burung walet yang jatuh dari papan sirip dan tergelincir ke lantai. Salah seorang anggota bahkan mempertanyakan hal tersebut kepada Pak Arief dan menyampaikan kekhawatirannya akan sarang walet yang ditemukan di lantai hampir setiap kali ia melakukan pemeriksaan di dalam bangunan. Setelah ditanyakan apakah insiden tersebut terjadi di lantai atas, anggota tersebut mengatakan bahwa kebanyakan terjadi di lantai 4, meskipun tetap terjadi di lantai 3 namun jauh lebih sedikit. Pak Arief kemudian mencari informasi mengenai persentase kelembapan di lantai atas, namun anggota lainnya tidak memiliki alat untuk mengukurnya. Dalam kasus sarang walet yang terlepas dari papan sirip tersebut, ternyata disebabkan oleh rendahnya tingkat kelembapan dalam bangunan karena kadar udara yang terkandung di dalam ruangan cukup sedikit. Ketika burung walet membuat sarangnya dengan menempelkan di papan sirip, maka sarang akan cepat mengering sehingga daya rekat liur di papan sirip tidak maksimal. Menyebabkan sering terjadi bahwa sarang walet terkelupas dari papan sirip dan jatuh ke lantai.
Seorang penghuni gedung dilaporkan mengeluh tentang air yang sering cepat habis di dalam ember yang ada di kamarnya. Ketika ditanya apakah ia sering mengisi air, ia mengatakan bahwa ia secara rutin menambah air setiap minggu karena air di ember tersebut mudah habis. Selanjutnya, ia juga ditanya mengenai jumlah ventilasi udara di gedung tersebut. Ia menjawab bahwa di setiap lantai ia memasang dua baris pipa paralon dengan jarak antar pipa sekitar 50 cm. Namun, penghuni tersebut menyadari bahwa terlalu banyaknya ventilasi udara dapat menyebabkan kelembapan di dalam gedung banyak terbuang keluar. Hal ini dapat dilihat dari cepatnya susut air di dalam ember. Maka sebagai solusi, sebagian ventilasi disarankan untuk ditutup agar kelembapan di dalam gedung tetap terjaga dengan baik.
Agar sarang walet berkualitas tinggi, diperlukan perhatian yang baik terhadap kelembapan di dalam gedung. Burung walet biasanya memilih tempat yang lembab untuk membuat sarang, sehingga kelembapan yang tepat sangat membantu proses pembuatannya. Sementara itu, kelembapan yang ideal di dalam gedung memiliki banyak manfaat, seperti membantu burung walet mengeluarkan air liur dengan mudah, membuat bentuk sarang yang tidak cepat mengeras, dan memperkuat daya rekat liur burung walet sehingga sarang tidak mudah terkelupas dan jatuh ke lantai. Selain menyiapkan kolam atau ember/baskom untuk menampung air, ada beberapa cara lain untuk meningkatkan kelembapan, seperti menggunakan mesin kabut atau mengaliri dinding dengan air. Dengan kelembapan yang cukup, sarang walet dapat melekat dengan kuat pada papan sirip dan tidak akan jatuh ke lantai. Oleh karena itu, menjaga kelembapan di dalam gedung merupakan faktor penting dalam memproduksi sarang walet yang berkualitas.
